Monday, January 15, 2018

Sejarah Singkat Piala Dunia (World Cup)

Oleh Akhmad Zamroni Sw.
Trofi Jules Rimet dan Piala Dunia (Sumber: bolavaganza.com & images.performgroup.com)

Dalam khazanah olahraga modern, sepak bola merupakan cabang olahraga yang paling populer di dunia. Berbagai kejuaraan atau turnamen sepak bola tingkat internasional di berbagai negara biasa disaksikan oleh ribuan penonton. Kejuaraan sepak bola level tertinggi, yakni Piala Dunia (World Cup), selain disaksikan oleh puluhan ribu penonton di stadion --- setelah ditemukannya televisi --- juga disaksikan oleh jutaan dan bahkan miliaran penonton di seluruh dunia melalui siaran langsung layar kaca.
Penyelenggaraan turnamen Piala Dunia tidak terlepas dari banyaknya masyarakat dunia melakukan permainan sepak bola serta banyaknya negara di dunia menjadikan sepak bola sebagai salah satu cabang olahraga utama sebagai sarana untuk menyehatkan tubuh sekaligus mengangkat pestise dan mengharumkan nama negara di forum internasional. Untuk mewadahi banyaknya warga masyarakat yang memainkan olahraga sepak bola, berbagai negara mengadakan turnamen dan kompetisi sepak bola sendiri secara nasional dan rutin. Adapun di tingkat dunia, untuk mengakomodasi banyaknya negara yang menekuni sepak bola, dibentuk induk organisasi sepak bola serta diselenggarakan turnamen sepak bola tingkat dunia.
Sebagai bentuk akomodasi tersebut, lahirlah organisasi sepak bola dunia, FIFA (Federation Internationale de Football Association), serta digelarlah kejuaraan sepak bola Piala Dunia (World Cup). FIFA dibentuk di Paris, Prancis, pada 21 Mei 1904, sebagai induk organisasi sepak bola dunia yang menyelenggarakan kejuaraan Piala Dunia (World Cup). Piala Dunia digelar setiap empat tahun sekali sebagai kejuaraan sepak bola antarnegara-negara di seluruh dunia.
·          Peserta, Sistem Pertandingan, dan Trofi
Jumlah peserta turnamen Piala Dunia dari waktu ke waktu mengalami perubahan dan perkembangan. Piala Dunia pertama tahun 1930 di Uruguay hanya diikuti oleh 13 peserta (negara) yang hadir dan berpartisipasi atas undangan FIFA, tanpa melalui babak kualifikasi. Baru pada turnamen-turnamen Piala Dunia berikutnya negara-negara yang berminat untuk turut serta diharuskan mengikuti pertandingan babak kualifikasi lebih dahulu sebelum dinyatakan lolos ke babak final. Piala Dunia keempat tahun 1950 di Brasil juga hanya diikuti oleh 13 negara peserta karena tiga negara yang sudah lolos kualifikasi, yakni Turki, Skotlandia, dan India, mengundurkan diri.
Piala Dunia ketiga yang digelar tahun 1938 di Prancis terasa agak berbeda. Jumlah pesertanya 16 negara, tetapi mulai Piala Dunia tahun ini juara bertahan dan tuan rumah langsung dinyatakan lolos ke babak final tanpa melalui pertandingan kualifikasi, sedangkan 14 negara lainnya tetap harus mengikuti babak kualifikasi seperti biasanya. Pada Piala Dunia kali ini pula Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda sangat beruntung dapat berpartisipasi karena menggantikan Jepang yang mengundurkan diri. Hal yang sama juga terjadi pada Swedia yang beruntung dapat turut serta dengan status sebagai pengganti Austria yang batal ikut karena dianeksasi oleh Jerman (anschluss).
Piala Dunia 1934, 1938, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1974, dan 1978 dikuti oleh 16 negara. Mulai Piala Dunia ke-12 tahun 1982 di Spanyol jumlah peserta ditambah menjadi 24 negara. Jumlah peserta yang sama juga berlaku pada Piala Dunia tahun 1986, 1990, dan 1994. Mulai Piala Dunia ke-16 tahun 1998 di Prancis jumlah peserta ditambah lagi menjadi 32 negara; jumlah ini bertahan hingga Piala Dunia tahun 2002, 2006, 2010, dan 2014. Pada penyelenggaraan Piala Dunia kesembilan tahun 1970 di Meksiko untuk kali pertama setiap tim diperbolehkan melakukan pergantian pemain (maksimal dua kali pergantian) serta untuk kali pertama pula diperkenalkan penggunaan kartu kuning dan kartu merah oleh wasit sebagai tanda peringatan (kartu kuning) dan pengusiran keluar lapangan (kartu merah).
Pembagian grup serta sistem pertandingan atau turnamen yang diberlakukan untuk setiap hajatan Piala Dunia juga berubah-ubah. Sistem pertandingan atau turnamen yang digunakan disesuaikan dengan jumlah peserta dan hasil kesepakatan atau keputusan FIFA. Seluruh peserta biasanya dibagi ke dalam beberapa grup, yang setiap grupnya terdiri atas empat tim. Tim-tim yang lolos dari penyisihan grup akan dibagi lagi ke dalam beberapa grup baru untuk menentukan tim-tim yang lolos ke perempat final dan semifinal. Atau, tim-tim yang lolos dari penyisihan grup awal akan langsung diadu secara silang antara juara grup dipertemukan dengan runner-up grup lain yang sudah ditentukan dengan menggunakan sistem gugur (knock out).
Dalam pada itu, trofi atau piala yang diperebutkan dalam turnamen awalnya dikenal dengan nama Piala Dunia atau Coupe du Monde. Namun, pada tahun 1946, untuk menghormati tokoh penggagas turnamen Piala Dunia sekaligus Presiden FIFA, Jules Rimet, namanya diganti menjadi Trofi Jules Rimet (Piala Jules Rimet). Nama ini bertahan hingga penyelenggaraan turnamen tahun 1970, ketika Brasil menjadi juara untuk kali yang ketiga (sebelumnya tahun 1958 dan 1962) sehingga dinyatakan berhak untuk memiliki trofi tersebut secara permanen untuk selama-lamanya. Sejak penyelenggaraan empat tahun berikutnya, yaitu tahun 1974 di Jerman Barat, dibuatkan trofi atau piala baru yang kembali diberi nama Piala Dunia (World Cup).
·         Dominasi Amerika Latin dan Eropa
Sejak penyelenggaraan yang pertama (1930) hingga yang paling mutakhir (2014), turnamen Piala Dunia selalu didominasi oleh negara-negara dari Amerika Latin dan Eropa baik kesertaannya maupun pemenangnya (juaranya). Menurut kebijakan FIFA yang didasarkan pada peta kekuatan, diputuskan negara-negara dari Benua Eropa (Konfederasi Eropa) mendapatkan kuota yang paling banyak untuk mengikuti Piala Dunia, kemudian berturut-turut disusul oleh negara-negara dari Benua Amerika (Amerika Latin, Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia), Afrika, Asia,dan Oseania (Australia). Selama sejarah penyelenggaraan Piala Dunia yang sudah belangsung lebih dari delapan dasawarsa (1930—2014) serta diiukuti oleh 200-an negara (sejak babak kualifikasi), hanya ada delapan negara yang mampu meraih gelar juara (masing-masing tiga dari Amerika Latin dan lima dari Eropa), yakni Brasil, Italia, Jerman, Uruguay, Argentina, Inggris, Prancis, dan Spanyol.
Dari delapan sang juara, Brasil menjadi peserta dengan prestasi yang paling gemilang. Hingga hajatan Piala Dunia yang ke-20 tahun 2014, Brasil menjadi satu-satunya negara yang terus-menerus atau sama sekali tidak pernah absen mengikuti babak final. Brasil juga menjadi satu-satunya negara yang memenangkan gelar juara hingga lima kali, yakni pada turnamen tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. Tim dari Brasil pula, yakni tim yang memenangkan Piala Dunia 1970 (yang, antara lain, beranggotakan Pele, Carlos Alberto, Tostao, Gerson, Rivelino, dan Jairzinho) yang dinobatkan oleh para penggemar dan pengamat sepak bola serta media internasional, seperti World Soccer dan BBC, sebagai tim terbaik sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. World Soccer menggambarkan tim Brasil 1970 dengan menyatakan, Lebih dari sebuah tim, Brasil memenangkan Piala Dunia 1970 dengan sangat baik dan menjadi mitos; sebuah tim yang pantas dianggap sebagai lambang terbaik dari permainan indah.”

Brasil bertemu Italia di partai final Piala Dunia 1970 Meksiko 
(Sumber: i0.wp.com)

Italia dan Jerman menyusul Brasil di tempat kedua sebagai negara yang terbanyak meraih gelar juara. Italia merebut gelar juara sebanyak empat kali, pada penyelenggaraan tahun 1934, 1938, 1982, dan 2006. Jerman juga memenangkannya sebanyak empat kali, yakni pada tahun 1954, 1974, 1990, dan 2014. Kemudian, berturut-turut Uruguay dan Argentina di posisi ketiga dengan meraih gelar juara sebanyak dua kali (Uruguay pada tahun 1930 dan 1950; Argentina pada tahun 1978 dan 1986); serta Inggris, Prancis, dan Spanyol di tempat keempat dengan menjadi juara sebanyak satu kali (Inggris pada tahun 1966, Prancis tahun 1998, dan Spanyol tahun 2010).
Selain negara-negara yang menjadi juara sejati, tercatat ada dua negara lain yang seringkali diberi predikat “Juara Tanpa Mahkota” karena permainannya yang menakjubkan, tetapi di partai puncak (final) mengalami kekalahan tragis yang sangat di luar dugaan. Kedua negara itu adalah Hongaria dan Belanda. Dalam Piala Dunia 1954 di Swis, Hongaria tampil sangat tangguh dan mengagumkan dengan mengalahkan lawan-lawannya dengan skor telak –- menghancurkan Korea Selatan 9-0, menggilas Jerman Barat 8-3, menundukkan Brasil 4-2, dan mengalahkan Uruguay 4-2. Tidak ada tim lain yang mampu memberikan perlawanan seimbang terhadap tim yang dibintangi oleh Ferenc Puskas dan Sandor Kocsis itu. Sebelum pertandingan final digelar mungkin hampir semua penonton, pemain, dan pelatih yakin bahwa Hongaria akan menjadi juara dengan mudah. Namun, keajaiban yang tragis terjadi, dalam partai final di Bern, Jerman Barat yang di penyisihan grup dihajar Hongaria 8-3, mampu melakukan revance dengan menundukkan tim asuhan Gusztav Sebes itu dengan skor tipis, 3-2. Namun, Hongaria telanjur telah membuat kagum panitia, jurnalis, penonton, dan hampir semua penggemar sepak bola sehingga kemudian mendapat julukan “Wonder Team”.
Peristiwa yang nyaris serupa juga menimpa Belanda pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat. Belanda di bawah asuhan Rinus Michels, bermain atraktif dengan pola dan gaya total football  yang sangat sulit diimbangi, dihentikan, dan apalagi dikalahkan. Dengan penguasaan bola dan serangan seperti gelombang yang menggulung, Belanda dengan bintangnya Johan Cruyff, Johan Neeskens, Johnny Rep, dan Ruud Krol, antara lain, mengalahkan Uruguay 2-0, melindas Argentina 4-0, dan menundukkan juara bertahan Brasil 2-0. Hampir sama dengan kasus Hongaria, sebelum pertandingan final melawan Jerman Barat digelar di Stadion Olimpiade Munchen, sebagian besar penonton, pemain, pelatih, pengamat, dan penggemar sepak bola memperkirakan Belanda  tidak akan sulit menundukkan tim tuan rumah dan menjadi juara. Namun, sangat di luar dugaan pula, walaupun secara keseluruhan mendominasi pertandingan, Johan Cruyff dan kawan-kawan akhirnya takluk melawan Franz Beckenbauer dan kawan-kawan dengan skor 1-2. Jerman Barat kembali menjadi juara, tetapi Belanda juga menjadi “juara” di hati para penggemar sepak bola.
·         “Mitos” Penyelenggaraan Turnamen
Sebelum tahun 1970, turnamen Piala Dunia selalu diselenggarakan secara berganti-ganti atau bergiliran di Eropa dan Amerika Latin; sama sekali tidak pernah diselenggarakan di luar dua kawasan tersebut. Baru pada penyelenggaraan yang ke-9  tahun 1970, Piala Dunia digelar di luar Eropa dan Amerika Latin , yakni di Meksiko yang secara geografis masuk kawasan Amerika  Utara. Walaupun bukan termasuk jajaran negara Eropa dan Amerika Latin, Meksiko mampu menjadi tuan rumah dan penyelenggara yang baik. Hal ini terbukti dari ditetapkannya Piala Dunia 1970 sebagai turnamen Piala Dunia yang terbaik sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia hingga saat ini --- kendatipun hal itu lebih dilihat dari kualitas tim-tim yang bertanding dan partai-partai yang digelar.
Meksiko juga dipercaya oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah turnamen Piala Dunia ke-13 tahun 1986 yang penyelenggaraannya juga dinilai termasuk sukses besar. Baik Piala Dunia 1970 maupun Piala Dunia 1986 menjadi ajang lahirnya momentum penting dalam sejarah Piala Dunia. Piala Dunia 1970 menjadi pengukuhan atas kehebatan Pele dan tim Brasil sebagai Tim Terbaik Sepanjang Sejarah Piala Dunia, sedangkan Piala Dunia 1986 menjadi arena penobatan Diego Maradona sebagai bintang besar yang masuk dalam deretan pemain terbaik sepanjang masa.
Kisah sukses Meksiko tersebut meruntuhkan “mitos” bahwa Piala Dunia seolah-olah milik Eropa dan Amerika Latin saja. Dalam segi prestasi, sementara ini memang benar bahwa hanya negara-negara dari Eropa dan Amerika Latin yang mampu menjadi juara. Namun, Meksiko juga mampu membuktikan bahwa setidaknya negara di luar Eropa dan Amerika Latin pun mampu menjadi tuan rumah dan penyelenggara yang baik.
Maka, sejak sukses Meksiko itu, penyelenggaraan Piala Dunia tidak lagi menjadi “hak istimewa” negara-negara Eropa dan Amerika Latin. FIFA serta negara-negara Eropa dan Amerika Latin pun menjadi mulai terbuka mata dan kesadarannya bahwa demi pemerataan dan kebaikan masa depan sepak bola itu sendiri, Piala Dunia perlu diperluas dan diperagam tempat penyelenggaraannya. Beberapa turnamen Piala Dunia berikutnya pun kemudian diselenggarakan di luar Eropa dan Amerika Latin: Piala Dunia 1994 diadakan di Amerika Serikat, Piala Dunia 2002 digelar di Jepang dan Korea Selatan, serta Piala Dunia 2010 diselenggarakan di Afrka Selatan.
·         Data Penyelenggaraan Turnamen
§   Piala Dunia 1930
    Tuan rumah: Uruguay;  Waktu: 13—30 Juli 1930;  Peserta: 13 negara (Argentina, Chile, Prancis, Meksiko, Yugoslavia, Brasil, Bolivia, Uruguay, Rumania, Peru, Amerika Serikat, Paraguay, Belgia);  Juara: Uruguay;  Runner-up: Argentina;  Peraih Sepatu Emas: Guillermo Stabile (Argentina, 8 gol);  Peraih Sepatu Perak: Jose Pedro Cea (Uruguay, 5 gol);  Peraih Sepatu Perunggu: Bert Patenaude (Amerika Serikat, 4 gol)
§   Piala Dunia 1934
    Tuan rumah: Italia;  Waktu: 27 Mei10 Juni 1934;  Peserta: 16 negara (Italia, Amerika Serikat, Spanyol, Brasil, Hongaria, Mesir, Austria, Prancis, Cekoslovakia, Rumania, Belanda, Swis, Argentina, Swedia, Jerman, Belgia);  Juara: Italia;  Runner-up: Cekoslovakia;  Peraih Sepatu Emas: Oldrich Nejedly (Cekoslovakia, 5 gol);  Peraih Sepatu Perak: Angelo Schiavio (Italia, 4 gol) dan Edmund Conen (Jerman, 4gol); Peraih Sepatu Perunggu: Raimundo Orsi (Italia, 3 gol) dan Leopold Kielholz (Swis, 3 gol)
§   Piala Dunia 1938
    Tuan rumah: Prancis;  Waktu:  4 Juni19 Juni 1938;  Peserta: 16 negara (Prancis, Italia, Norwegia, Belgia, Brasil, Polandia, Cekoslovakia, Belanda, Hongaria, Hindia Belanda [Indonesia], Swis, Jerman, Swedia, Austria, Kuba, Rumania);  Juara: Italia; Runner-up: Hongaria;  Peraih Sepatu Emas: Leonidas da Silva (Brasil, 7 gol);  Peraih Sepatu Perak: Gyula Zsengeller (Hongaria, 6 gol);  Peraih Sepatu Perunggu: Gyorgy Sarosi (Hongaria, 5 gol) dan Silvio Piola (Italia, 5 gol)
§   Piala Dunia 1950
    Tuan rumah: Brasil;  Waktu: 24 Juni19 Juli 1950;  Peserta: 13 negara (Brasil, Swis, Yugoslavia, Meksiko, Spanyol, Inggris, Chile, Amerika Serikat, Swedia, Italia, Paraguay, Uruguay, Bolivia);  Juara: Uruguay;  Runner-up: Brasil;  Peraih Sepatu Emas: Ademir de Menezes (Brasil, 8 gol);  Peraih Sepatu Perak: Estanislao Basora Brunet (Spanyol, 5 gol) dan Oscar Omar Miguez (Uruguay, 5 gol)
§   Piala Dunia 1954
    Tuan rumah: Swis;  Waktu: 16 Juni 4 Juli 1954; Peserta: 16 negara (Brasil, Yugoslavia, Prancis, Meksiko, Hongaria, Jerman Barat, Turki, Korea Selatan, Uruguay,  Cekoslovakia, Austria, Skotlandia, Inggris, Swis, Italia, Belgia); Juara: Jerman Barat;  Runner-up: Hongaria;  Peraih Sepatu Emas: Sandor Kocsis (Hongaria, 11 gol);  Peraih Sepatu Perak: Erich Probst (Austria, 6 gol), Max Morlock (Jerman Barat, 6 gol) dan Josef Hugi (Swis, 6 gol)
§   Piala Dunia 1958
    Tuan rumah: Swedia;  Waktu:  8 Juni29 Juni 1958; Peserta: 16 negara (Jerman Barat, Irlandia Utara, Cekoslovakia, Argentina, Prancis, Yugoslavia, Paraguay, Skotlandia, Swedia, Wales, Hongaria, Meksiko, Brasil, Inggris, Uni Soviet, Austria); Juara: Brasil;  Runner-up: Swedia;  Peraih Sepatu Emas: Just Fontaine (Prancis, 13 gol);  Peraih Sepatu Perak: Pele (Brasil, 6 gol) dan Helmut Rahn (Jerman Barat, 6 gol);  Peraih Sepatu Perunggu: Vava (Brasil, 5 gol) dan Peter McParland (Swis, 5 gol)
§   Piala Dunia 1962
    Tuan rumah: Chile;  Waktu:  30 Mei 17 Juni1962; Peserta: 16 negara (Uni Soviet, Yugoslavia, Uruguay, Kolombia, Jerman Barat, Chile, Italia, Swis, Brasil, Cekoslovakia, Meksiko, Spanyol, Hongaria, Inggris, Argentina, Bulgaria); Juara: Brasil;  Runner-up: Cekoslovakia;  Pencetak gol terbanyak: Garrincha (Brasil, 4 gol), Vava (Brasil, 4 gol), Leonel Sanchez (Chile, 4 gol), Drazan Jerkovic (Yugoslavia, 4 gol), Florian Albert (Hongaria, 4 gol), Valentin Ivanov (Uni Soviet, 4 gol)
§   Piala Dunia 1966
    Tuan rumah: Inggris;  Waktu: 11 Juli 30 Juli 1966; Peserta: 16 negara (Inggris, Prancis, Uruguay, Meksiko, Jerman Barat, Argentina, Spanyol, Swis, Brasil, Portugal, Hongaria, Bulgaria, Uni Soviet, Chile, Italia, Korea Utara); Juara: Inggris;  Runner-up: Jerman Barat;  Peraih Sepatu Emas: (1) Eusebio (Portugal, 9 gol), (2) Helmut Haller (Jerman Barat, 6 gol), dan (3) Franz Beckenbauer (Jerman Barat, 4 gol)
§   Piala Dunia 1970
    Tuan rumah: Meksiko;  Waktu:  31 Mei 21 Juni 1970; Peserta: 16 negara (Meksiko, Uni Soviet, Belgia, El Salvador, Italia, Uruguay, Swedia, Israel, Brasil, Inggris, Rumania, Cekoslovakia, Jerman Barat, Peru, Bulgaria, Maroko);  Juara: Brasil;  Runner-up: Italia;  Peraih Sepatu Emas: Gerd Mueller (Jerman Barat, 10 gol);  Peraih Sepatu Perak: Jairzinho (Brasil, 7 gol);  Peraih Sepatu Perunggu: Teofilo Cubilas (Peru, 5 gol)  
§   Piala Dunia 1974
    Tuan rumah: Jerman Barat;  Waktu: 13 Juni 7 Juli 1974; Peserta: 16 negara (Jerman Barat, Jerman Timur, Chile, Australia, Brasil, Skotlandia, Yugoslavia, Zaire, Belanda, Swedia, Uruguay, Bulgaria, Italia, Argentina, Polandia, Haiti); Juara: Jerman Barat;  Runner-up: Belanda;  Pencetak gol terbanyak: Grzegorz Lato (Polandia, 7 gol)
§   Piala Dunia 1978
    Tuan rumah: Argentina;  Waktu: 1 Juni 25 Juni 1978;  Peserta: 16 negara (Argentina, Italia, Prancis, Hongaria, Jerman Barat, Polandia, Meksiko, Tunisia, Brasil, Spanyol, Austria, Swedia, Peru, Belanda, Skotlandia, Iran); Juara: Argentina;  Runner-up: Belanda;  Pencetak gol terbanyak: Mario Kempes (Argentina, 6 gol)
§   Piala Dunia 1982
    Tuan rumah: Spanyol;  Waktu:  13 Juni 11 Juli 1982; Peserta: 24 negara (Polandia, Italia, Peru, Kamerun, Jerman Barat, Austria, Aljazair, Chile, Argentina, Belgia, Hongaria, El Salvador, Inggris, Prancis, Cekoslovakia, Kuwait, Spanyol, Irlandia Utara, Yugoslavia, Honduras, Brasil, Uni Soviet, Skotlandia, Selandia Baru); Juara: Italia;  Runner-up: Jerman Barat;  Peraih Bola Emas: (1) Paolo Rossi, (2) Falcao, dan (3) Karl-Heinz Rummeniegge;  Peraih Sepatu Emas: (1) Paolo Rossi (Italia, 6 gol), (2) Karl-Heinz Rummeniegge (Jerman Barat, 5 gol), dan Zico (Brasil, 4 gol);  Fair Play Award: Brasil
§   Piala Dunia 1986
    Tuan rumah: Meksiko;  Waktu: 31 Mei 29 Juni 1986;  Peserta: 24 negara (Argentina, Italia, Bulgaria, Korea Selatan, Meksiko, Belgia, Paraguay, Irak, Prancis, Kanada, Uni Soviet, Hongaria, Brasil, Spanyol, Aljazair, Irlandia Utara, Jerman Barat, Uruguay, Skotlandia, Denmark, Polandia, Inggris, Maroko, Portugal); Juara: Argentina;  Runner-up: Jerman Barat;  Peraih Bola Emas: Diego Maradona (Argentina);  Peraih Bola Perak: Harald Schumacher (Jerman Barat);  Peraih Bola Perunggu: Preben Elkjaer Larsen (Denmark);  Peraih Sepatu Emas: Gary Lineker (Inggris, 6 gol);  Peraih Sepatu Perak: Diego Maradona (Argentina, 5 gol), Careca (Brasil, 5 gol), Emilio Butragueno (Spanyol, 5 gol);  Peraih Sepatu Perunggu: Jorge Valdano (Argentina, 4 gol), Preben Elkjaer Larsen (Denmark, 4 gol), Alessandro Altobelli  (Italia, 4 gol), Igor Belanov (Uni Soviet, 4 gol);  Penjaga Gawang Terbaik: Harald Schumacher (Jerman Barat);  Pemain Muda Terbaik: Enzo Scifo (Belgia);  Fair Play Award: Brasil
§   Piala Dunia 1990
    Tuan rumah: Italia;  Waktu: 8 Juni 8 Juli 1990;  Peserta: 24 negara (Italia, Amerika Serikat, Austria, Cekoslovakia, Argentina, Uni Soviet, Rumania, Kamerun, Brasil, Kosta Rika, Swedia, Skotlandia, Jerman, Yugoslavia, Kolombia, Uni Emirat Arab, Spanyol, Uruguay, Belgia, Korea Selatan, Inggris, Belanda, Republik Irlandia, Mesir); Juara: Jerman;  Runner-up: Argentina;  Peraih Bola Emas: Salvatore Schillaci (Italia);  Peraih Sepatu Emas: Salvatore Schillaci (Italia, 6 gol);  Fair Play Award: Inggris
§   Piala Dunia 1994
    Tuan rumah: Amerika Serikat;  Waktu:  17 Juni 17 Juli 1994;  Peserta: 24 negara (Rumania, Amerika Serikat, Swis, Kolombia, Kamerun, Brasil, Swedia, Rusia, Jerman, Spanyol, Bolivia, Korea Selatan, Argentina, Bulgaria, Yunani, Nigeria, Meksiko, Republik Irlandia, Italia, Norwegia, Belanda, Arab Saudi, Belgia, Maroko);  Juara: Brasil;  Runner-up: Italia;  Peraih Bola Emas: Romario Faria (Brasil);  Peraih Bola Perak: Roberto Baggio (Italia);  Peraih Bola Perunggu: Hristo Stoichkov (Bulgaria); Peraih Sepatu Emas: Hristo Stoichkov (Bulgaria, 6 gol) dan Oleg Salenko (Rusia, 6 gol);  Peraih Bola Perak: Romario Faria (Brasil, 5 gol); Roberto Baggio (Italia, 5 gol), Juergen Klinsmann (Jerman, 5 gol), dan Kennet Andersson (Swedia, 5 gol);  Peraih Bola Perunggu: Gabriel Batistuta (Argentina, 4 gol), Florin Raducioiu (Rumania, 4 gol), dan Martin Dahlin (Swedia, 4 gol);  Penjaga Gawang Terbaik: Michel Preud'homme (Belgia);  Pemain Muda Terbaik: Marc Overmars (Belanda);  Tim Paling Menghibur: Brasil; Fair Play Award: Brasil
§   Piala Dunia 1998
    Tuan rumah: Prancis;  Waktu: 10 Juni12 Juli 1998;  Peserta: 32 negara (Brasil, Norwegia, Maroko, Skotlandia, Italia, Chile, Austria, Kamerun, Prancis, Denmark, Afrika Selatan, Arab Saudi, Spanyol, Nigeria, Paraguay, Bulgaria, Belanda, Belgia, Meksiko, Korea Selatan, Jerman, Amerika Serikat, Yugoslavia, Iran, Rumania, Inggris, Kolombia, Tunisia, Argentina, Kroasia, Jamaika, Jepang);  Juara: Prancis;  Runner-up: Brasil;  Peraih Bola Emas: Ronaldo (Brasil);  Peraih Bola Perak: Davor Suker (Kroasia);  Peraih Bola Perunggu: Lilian Thuram (Prancis); Peraih Sepatu Emas: Davor Suker (Kroasia, 6 gol);  Peraih Bola Perak: Gabriel Batistuta (Argentina, 5 gol) dan Christian Vieri (Italia, 5 gol);  Peraih Bola Perunggu: Ronaldo (Brasil, 4 gol), Marcelo Salas (Chile, 4 gol), dan Luis Hernandez (Meksiko, 4 gol);  Penjaga Gawang Terbaik: Fabien Barthez (Prancis);  Pemain Muda Terbaik: Michael Owen (Inggris);  Tim Paling Menghibur: Prancis; Fair Play Award: Inggris dan Prancis
§   Piala Dunia 2002
    Tuan rumah: Jepang dan Korea Selatan;  Waktu: 31 Mei 30 Juni 2002;  Peserta: 32 negara (Denmark, Senegal, Prancis, Uruguay, Spanyol, Paraguay, Afrika Selatan, Slovenia, Brasil, Turki, Kosta Rika, Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Portugal, Polandia, Jerman, Republik Irlandia, Kamerun, Arab Saudi, Argentina, Inggris, Swedia, Nigeria, Meksiko, Italia, Ekuador, Kroasia, Jepang, Rusia, Belgia, Tunisia);  Juara: Brasil;  Runner-up: Jerman;  Peraih Bola Emas: Oliver Kahn (Jerman);   Peraih Sepatu Emas: Ronaldo (Brasil, 8 gol);  Penjaga Gawang Terbaik: Oliver Kahn (Jerman);  Tim Paling Menghibur: Korea Selatan;  Fair Play Award: Belgia
§   Piala Dunia 2006
    Tuan rumah: Jerman;  Waktu:  9 Juni 9 Juli 2006;  Peserta: 32 negara (Jerman, Ekuador, Polandia, Kosta Rika, Inggris, Swedia, Paraguay, Trinidad dan Tobago, Argentina, Belanda, Pantai Gading, Serbia dan Montenegro, Portugal, Meksiko, Angola, Iran, Italia, Ghana, Ceko, Amerika Serikat, Brasil, Kroasia, Australia, Jepang, Swis, Prancis, Korea Selatan, Togo, Spanyol, Ukraina, Tunisia, Arab Saudi);  Juara: Italia;  Runner-up: Prancis;  Peraih Bola Emas: Zinedine Zidane (Prancis);   Peraih Bola Perak: Fabio Cannavaro (Italia);  Peraih Bola Perunggu: Andrea Pirlo (Prancis);  Peraih Sepatu Emas: Miroslav Klose (Jerman, 5 gol);  Peraih Sepatu Perak: Hernan Crespo (Argentina, 3 gol);  Peraih Sepatu Perunggu: Ronaldo (Brasil, 3 gol);  Penjaga Gawang Terbaik: Gianluigi Buffon (Italia);  Pemain Muda Terbaik: Lukas Podolski (Jerman);  Tim Paling Menghibur: Portugal;  Fair Play Award: Brasil dan Spanyol
§   Piala Dunia 2010
    Tuan rumah: Afrika Selatan;  Waktu:  11 Juni 11 Juli 2010;  Peserta: 32 negara (Uruguay, Meksiko, Afrika Selatan, Prancis, Argentina, Korea Selatan, Yunani, Nigeria, Amerika Serikat, Inggris, Slovenia, Aljazair, Jerman, Ghana, Australia, Serbia, Belanda, Jepang, Denmark, Kamerun, Paraguay, Italia, Slovakia, Selandia Baru, Brasil, Portugal, Korea Utara, Pantai Gading, Spanyol, Chile, Swis, Honduras);  Juara: Spanyol;  Runner-up: Belanda;  Peraih Bola Emas: Diego Forlan (Uruguay);  Peraih Sepatu Emas: Thomas Muller (Jerman, 5 gol);  Peraih Sarung Tangan Emas: Iker Casillas (Spanyol);  Pemain Muda Terbaik: Thomas Muller (Jerman);  Fair Play Award: Spanyol
§   Piala Dunia 2014
    Tuan rumah: Brasil;  Waktu: 12 Juni 13 Juli 2014;  Peserta: 32 negara (Brasil, Meksiko, Kroasia, Kamerun, Belanda, Spanyol, Chile, Australia, Kolombia, Yunani, Jepang, Pantai Gading, Kosta Rika, Uruguay, Inggris, Italia, Prancis, Swis, Ekuador, Honduras, Argentina, Bosnia-Herzegovina, Iran, Nigeria, Jerman, Amerika Serikat, Ghana, Portugal, Belgia, Aljazair, Rusia, Korea Selatan);  Juara: Jerman;  Runner-up: Argentina;  Peraih Bola Emas:  Lionel Messi (Argentina); Peraih Sarung Tangan Emas:  Manuel Nauer (Jerman);  Pencetak Gol Terbanyak: James Rodriguez (Kolombia, 6 gol), Thomas Muller (Jerman, 5 gol), Lionel Messi (Argentina, 4 gol), Neymar (Brasil, 4 gol), Robin van Persie (Belanda, 4 gol)
§   Piala Dunia 2018
    Tuan rumah: Rusia;  Waktu: 14 Juni 15 Juli 2014;  Peserta: 32 negara (Rusia, Uruguay, Arab Saudi, Mesir, Spanyol, Portugal, Maroko, Iran, Prancis, Denmark, Australia, Peru, Argentina, Kroasia, Islandia, Nigeria, Brasil, Swis, Kosta Rika, Serbia, Jerman, Meksiko, Swedia, Korea Selatan, Belgia, Inggris, Tunisia, Panama, Polandia Senegal, Kolombia, Jepang, );  Juara: Prancis;  Runner-up: Kroasia;  Peraih Bola Emas:  Luka Modrik (Kroasia); Peraih Sarung Tangan Emas:  Thibaut Courtois (Belgia);  Pemain Muda Terbaik:  Kylian Mbappe (Prancis); Pencetak Gol Terbanyak: Harry Kane (Inggris, 6 gol), Romelu Lukaku (Belgia, 4 gol), Cristiano Ronaldo (Portugal, 4 gol), Antoine Griezmann (Prancis, 4 gol), Kylian MbappĂ© (Prancis, 4 gol), Denis Cherys (Rusia, 4 gol)