Oleh Akhmad Zamroni Sw.
![]() |
Trofi Jules Rimet dan Piala Dunia (Sumber: bolavaganza.com & images.performgroup.com)
|
Dalam khazanah olahraga modern,
sepak bola merupakan cabang olahraga yang paling populer di dunia. Berbagai
kejuaraan atau turnamen sepak bola tingkat internasional di berbagai negara
biasa disaksikan oleh ribuan penonton. Kejuaraan sepak bola level tertinggi,
yakni Piala Dunia (World Cup), selain disaksikan oleh puluhan ribu penonton di
stadion --- setelah ditemukannya televisi --- juga disaksikan oleh jutaan dan
bahkan miliaran penonton di seluruh dunia melalui siaran langsung layar kaca.
Penyelenggaraan turnamen Piala Dunia tidak terlepas dari
banyaknya masyarakat dunia melakukan permainan sepak bola serta banyaknya
negara di dunia menjadikan sepak bola sebagai salah satu cabang olahraga utama sebagai sarana untuk menyehatkan tubuh
sekaligus mengangkat pestise dan mengharumkan nama negara di forum
internasional. Untuk mewadahi banyaknya warga masyarakat yang memainkan
olahraga sepak bola, berbagai negara mengadakan turnamen dan kompetisi sepak bola sendiri secara nasional dan rutin. Adapun di tingkat dunia, untuk mengakomodasi
banyaknya negara yang menekuni sepak bola, dibentuk induk organisasi sepak bola
serta diselenggarakan turnamen sepak bola
tingkat dunia.
Sebagai bentuk akomodasi tersebut, lahirlah organisasi sepak bola
dunia, FIFA (Federation Internationale
de Football Association), serta digelarlah kejuaraan sepak
bola Piala Dunia (World Cup). FIFA dibentuk di Paris,
Prancis, pada 21 Mei 1904,
sebagai induk organisasi sepak bola dunia yang menyelenggarakan kejuaraan Piala
Dunia (World Cup). Piala Dunia digelar setiap empat tahun sekali sebagai
kejuaraan sepak bola antarnegara-negara
di seluruh dunia.
·
Peserta, Sistem Pertandingan, dan Trofi
Jumlah
peserta turnamen Piala Dunia dari waktu ke waktu mengalami
perubahan dan perkembangan. Piala Dunia pertama tahun 1930 di Uruguay hanya
diikuti oleh 13 peserta (negara) yang hadir dan berpartisipasi atas undangan FIFA, tanpa melalui babak kualifikasi. Baru
pada turnamen-turnamen Piala Dunia berikutnya negara-negara yang berminat untuk
turut serta diharuskan mengikuti pertandingan babak kualifikasi lebih dahulu
sebelum dinyatakan lolos ke babak final. Piala Dunia keempat tahun 1950 di
Brasil juga hanya diikuti oleh 13 negara peserta karena tiga negara yang sudah
lolos kualifikasi, yakni Turki, Skotlandia, dan India, mengundurkan diri.
Piala Dunia ketiga yang digelar tahun 1938 di Prancis terasa agak berbeda.
Jumlah pesertanya 16 negara, tetapi mulai Piala Dunia tahun ini juara bertahan
dan tuan rumah langsung dinyatakan lolos ke babak final tanpa melalui
pertandingan kualifikasi, sedangkan 14 negara lainnya tetap harus mengikuti
babak kualifikasi seperti biasanya. Pada Piala Dunia kali ini pula Indonesia
yang saat itu masih bernama Hindia Belanda sangat beruntung dapat
berpartisipasi karena menggantikan Jepang yang mengundurkan diri. Hal yang sama
juga terjadi pada Swedia yang beruntung dapat turut serta dengan status sebagai
pengganti Austria yang batal ikut karena dianeksasi
oleh Jerman (anschluss).
Piala Dunia 1934, 1938, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1974, dan 1978 dikuti
oleh 16 negara. Mulai Piala Dunia ke-12 tahun 1982 di Spanyol jumlah peserta
ditambah menjadi 24 negara. Jumlah peserta yang sama juga berlaku pada Piala
Dunia tahun 1986, 1990, dan 1994. Mulai Piala Dunia ke-16 tahun 1998 di Prancis
jumlah peserta ditambah lagi menjadi 32 negara; jumlah ini bertahan hingga
Piala Dunia tahun 2002, 2006, 2010, dan 2014. Pada penyelenggaraan Piala Dunia
kesembilan tahun 1970 di Meksiko untuk kali pertama setiap tim diperbolehkan
melakukan pergantian pemain (maksimal dua kali pergantian) serta untuk kali
pertama pula diperkenalkan penggunaan kartu kuning dan kartu merah oleh wasit
sebagai tanda peringatan (kartu kuning) dan pengusiran keluar lapangan (kartu
merah).
Pembagian grup serta sistem pertandingan atau turnamen yang diberlakukan
untuk setiap hajatan Piala Dunia juga berubah-ubah. Sistem pertandingan atau
turnamen yang digunakan disesuaikan dengan jumlah peserta dan hasil kesepakatan
atau keputusan FIFA. Seluruh peserta biasanya dibagi ke dalam beberapa grup,
yang setiap grupnya terdiri atas empat tim. Tim-tim yang lolos dari penyisihan
grup akan dibagi lagi ke dalam beberapa grup baru untuk menentukan tim-tim yang
lolos ke perempat final dan semifinal. Atau, tim-tim yang lolos dari penyisihan
grup awal akan langsung diadu secara silang antara juara grup dipertemukan
dengan runner-up grup lain yang sudah
ditentukan dengan menggunakan sistem gugur (knock
out).
Dalam pada itu, trofi atau piala yang diperebutkan dalam
turnamen awalnya dikenal dengan nama Piala Dunia atau Coupe du Monde. Namun, pada tahun
1946, untuk menghormati tokoh penggagas turnamen Piala Dunia sekaligus Presiden
FIFA, Jules Rimet, namanya diganti menjadi Trofi Jules Rimet (Piala Jules
Rimet). Nama ini bertahan hingga penyelenggaraan turnamen tahun 1970, ketika
Brasil menjadi juara untuk kali yang ketiga (sebelumnya tahun 1958 dan 1962)
sehingga dinyatakan berhak untuk memiliki trofi tersebut secara permanen untuk
selama-lamanya. Sejak penyelenggaraan empat tahun berikutnya, yaitu tahun 1974
di Jerman Barat, dibuatkan trofi atau piala baru yang kembali diberi nama Piala
Dunia (World Cup).
·
Dominasi Amerika Latin dan Eropa
Sejak penyelenggaraan yang pertama (1930) hingga yang paling mutakhir
(2014), turnamen Piala Dunia selalu didominasi oleh negara-negara dari Amerika
Latin dan Eropa baik kesertaannya maupun pemenangnya (juaranya). Menurut
kebijakan FIFA yang didasarkan pada peta kekuatan, diputuskan negara-negara
dari Benua Eropa (Konfederasi Eropa) mendapatkan kuota yang paling banyak untuk
mengikuti Piala Dunia, kemudian berturut-turut disusul oleh negara-negara dari
Benua Amerika (Amerika Latin, Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia),
Afrika, Asia,dan Oseania (Australia). Selama sejarah penyelenggaraan Piala
Dunia yang sudah belangsung lebih dari delapan dasawarsa (1930—2014) serta
diiukuti oleh 200-an negara (sejak babak kualifikasi), hanya ada delapan negara
yang mampu meraih gelar juara (masing-masing tiga dari Amerika Latin dan lima
dari Eropa), yakni Brasil, Italia, Jerman, Uruguay, Argentina, Inggris,
Prancis, dan Spanyol.
Dari delapan sang juara, Brasil menjadi peserta dengan prestasi yang paling
gemilang. Hingga hajatan Piala Dunia yang ke-20 tahun 2014, Brasil menjadi
satu-satunya negara yang terus-menerus atau sama sekali tidak pernah absen
mengikuti babak final. Brasil juga menjadi satu-satunya negara yang memenangkan
gelar juara hingga lima kali, yakni pada turnamen tahun 1958, 1962, 1970, 1994,
dan 2002. Tim dari Brasil pula, yakni tim yang memenangkan Piala Dunia 1970 (yang,
antara lain, beranggotakan Pele, Carlos Alberto, Tostao, Gerson, Rivelino, dan
Jairzinho) yang dinobatkan oleh para penggemar dan pengamat sepak bola serta media
internasional, seperti World Soccer
dan BBC, sebagai tim terbaik
sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia. World Soccer menggambarkan tim Brasil 1970 dengan menyatakan, “Lebih dari sebuah tim, Brasil memenangkan Piala Dunia 1970
dengan sangat baik dan menjadi mitos;
sebuah tim yang pantas dianggap sebagai lambang terbaik dari permainan
indah.”
![]() |
Brasil bertemu Italia di partai final Piala Dunia 1970 Meksiko
(Sumber: i0.wp.com)
|
Italia dan Jerman menyusul Brasil di tempat kedua sebagai negara yang
terbanyak meraih gelar juara. Italia merebut gelar juara sebanyak empat kali,
pada penyelenggaraan tahun 1934, 1938, 1982, dan 2006. Jerman juga
memenangkannya sebanyak empat kali, yakni pada tahun 1954, 1974, 1990, dan 2014. Kemudian, berturut-turut Uruguay dan
Argentina di posisi ketiga dengan meraih gelar juara sebanyak dua kali (Uruguay
pada tahun 1930 dan 1950; Argentina pada tahun 1978 dan 1986); serta Inggris,
Prancis, dan Spanyol di tempat keempat dengan menjadi juara sebanyak satu kali
(Inggris pada tahun 1966, Prancis tahun 1998, dan Spanyol tahun 2010).
Selain negara-negara yang menjadi juara sejati, tercatat ada dua
negara lain yang seringkali diberi
predikat “Juara Tanpa Mahkota” karena permainannya yang menakjubkan, tetapi
di partai puncak (final) mengalami kekalahan tragis yang sangat di luar dugaan. Kedua negara itu adalah Hongaria dan Belanda. Dalam Piala Dunia 1954 di Swis, Hongaria tampil sangat tangguh dan mengagumkan dengan mengalahkan lawan-lawannya dengan skor telak –-
menghancurkan Korea Selatan 9-0, menggilas Jerman Barat 8-3, menundukkan Brasil
4-2, dan mengalahkan Uruguay 4-2. Tidak ada tim lain yang mampu memberikan
perlawanan seimbang terhadap tim yang dibintangi oleh Ferenc Puskas dan Sandor
Kocsis itu. Sebelum pertandingan final digelar mungkin hampir semua penonton, pemain, dan pelatih yakin bahwa Hongaria akan menjadi juara dengan mudah. Namun, keajaiban yang
tragis terjadi, dalam partai final di Bern, Jerman Barat yang di penyisihan grup
dihajar Hongaria 8-3, mampu melakukan revance dengan menundukkan tim asuhan Gusztav Sebes itu dengan skor tipis, 3-2. Namun, Hongaria telanjur telah membuat kagum panitia, jurnalis, penonton,
dan hampir semua penggemar sepak bola sehingga kemudian mendapat julukan “Wonder Team”.
Peristiwa yang nyaris serupa juga menimpa Belanda pada Piala Dunia
1974 di Jerman Barat. Belanda di bawah asuhan Rinus Michels, bermain atraktif
dengan pola dan gaya total football yang sangat sulit diimbangi, dihentikan, dan
apalagi dikalahkan. Dengan penguasaan bola dan serangan seperti gelombang yang
menggulung, Belanda dengan bintangnya Johan Cruyff, Johan Neeskens, Johnny Rep,
dan Ruud Krol, antara lain, mengalahkan Uruguay 2-0, melindas Argentina 4-0, dan menundukkan juara bertahan Brasil 2-0. Hampir sama dengan kasus Hongaria,
sebelum pertandingan final melawan Jerman Barat digelar di Stadion Olimpiade
Munchen, sebagian besar penonton, pemain, pelatih, pengamat, dan penggemar
sepak bola memperkirakan Belanda tidak
akan sulit menundukkan tim tuan rumah dan menjadi juara. Namun, sangat di luar
dugaan pula, walaupun secara keseluruhan mendominasi pertandingan, Johan Cruyff dan kawan-kawan akhirnya takluk
melawan Franz Beckenbauer dan kawan-kawan dengan skor 1-2. Jerman Barat kembali
menjadi juara, tetapi Belanda juga menjadi “juara” di hati para penggemar sepak
bola.
·
“Mitos” Penyelenggaraan Turnamen
Sebelum tahun 1970, turnamen Piala Dunia selalu diselenggarakan secara
berganti-ganti atau bergiliran di Eropa dan Amerika Latin; sama sekali tidak
pernah diselenggarakan di luar dua kawasan tersebut. Baru pada penyelenggaraan
yang ke-9 tahun 1970, Piala Dunia
digelar di luar Eropa dan Amerika Latin , yakni di Meksiko yang secara
geografis masuk kawasan Amerika Utara. Walaupun
bukan termasuk jajaran negara Eropa dan Amerika Latin, Meksiko mampu menjadi
tuan rumah dan penyelenggara yang baik. Hal ini terbukti dari ditetapkannya
Piala Dunia 1970 sebagai turnamen Piala Dunia yang terbaik sepanjang sejarah
penyelenggaraan Piala Dunia hingga saat ini --- kendatipun hal itu lebih
dilihat dari kualitas tim-tim yang bertanding dan partai-partai yang digelar.
Meksiko juga dipercaya oleh FIFA untuk menjadi tuan rumah turnamen Piala
Dunia ke-13 tahun 1986 yang penyelenggaraannya juga dinilai termasuk sukses
besar. Baik Piala Dunia 1970 maupun Piala Dunia 1986 menjadi ajang lahirnya
momentum penting dalam sejarah Piala Dunia. Piala Dunia 1970 menjadi pengukuhan
atas kehebatan Pele dan tim Brasil sebagai Tim Terbaik Sepanjang Sejarah Piala
Dunia, sedangkan Piala Dunia 1986 menjadi arena penobatan Diego Maradona
sebagai bintang besar yang masuk dalam deretan pemain terbaik sepanjang masa.
Kisah sukses Meksiko tersebut meruntuhkan “mitos” bahwa Piala Dunia
seolah-olah milik Eropa dan Amerika Latin saja. Dalam segi prestasi, sementara
ini memang benar bahwa hanya negara-negara dari Eropa dan Amerika Latin yang
mampu menjadi juara. Namun, Meksiko juga mampu membuktikan bahwa setidaknya
negara di luar Eropa dan Amerika Latin pun mampu menjadi tuan rumah dan
penyelenggara yang baik.
Maka, sejak sukses Meksiko itu, penyelenggaraan Piala Dunia
tidak lagi menjadi “hak istimewa” negara-negara Eropa dan Amerika Latin. FIFA
serta negara-negara Eropa dan Amerika Latin pun menjadi mulai terbuka mata dan
kesadarannya bahwa demi pemerataan dan kebaikan masa depan sepak bola itu
sendiri, Piala Dunia perlu diperluas dan diperagam tempat penyelenggaraannya.
Beberapa turnamen Piala Dunia berikutnya pun kemudian diselenggarakan di luar
Eropa dan Amerika Latin: Piala Dunia 1994 diadakan di Amerika Serikat, Piala
Dunia 2002 digelar di Jepang dan Korea Selatan, serta Piala Dunia 2010
diselenggarakan di Afrka Selatan.
·
Data Penyelenggaraan Turnamen
§ Piala Dunia 1930
Tuan
rumah: Uruguay; Waktu: 13—30 Juli 1930; Peserta: 13 negara (Argentina,
Chile, Prancis, Meksiko, Yugoslavia, Brasil, Bolivia, Uruguay, Rumania, Peru, Amerika
Serikat, Paraguay, Belgia); Juara: Uruguay; Runner-up: Argentina; Peraih Sepatu Emas: Guillermo Stabile
(Argentina, 8 gol); Peraih Sepatu
Perak: Jose Pedro
Cea (Uruguay, 5 gol); Peraih Sepatu Perunggu: Bert Patenaude (Amerika Serikat, 4 gol)
§ Piala Dunia 1934
Tuan
rumah: Italia; Waktu: 27 Mei—10 Juni
1934; Peserta: 16 negara (Italia,
Amerika Serikat,
Spanyol, Brasil, Hongaria, Mesir, Austria, Prancis, Cekoslovakia, Rumania,
Belanda, Swis, Argentina, Swedia, Jerman, Belgia); Juara: Italia; Runner-up:
Cekoslovakia; Peraih Sepatu
Emas: Oldrich Nejedly (Cekoslovakia, 5 gol); Peraih Sepatu Perak: Angelo
Schiavio (Italia, 4 gol) dan Edmund
Conen (Jerman, 4gol); Peraih Sepatu Perunggu: Raimundo Orsi (Italia, 3 gol) dan Leopold Kielholz (Swis, 3 gol)
§ Piala Dunia 1938
Tuan
rumah: Prancis; Waktu: 4 Juni—19 Juni 1938; Peserta: 16 negara (Prancis,
Italia,
Norwegia, Belgia, Brasil, Polandia, Cekoslovakia, Belanda, Hongaria, Hindia
Belanda [Indonesia], Swis, Jerman, Swedia,
Austria, Kuba, Rumania); Juara: Italia; Runner-up: Hongaria; Peraih Sepatu Emas: Leonidas da Silva (Brasil, 7 gol); Peraih Sepatu
Perak: Gyula
Zsengeller (Hongaria, 6 gol); Peraih Sepatu Perunggu: Gyorgy Sarosi (Hongaria, 5 gol) dan Silvio Piola (Italia, 5 gol)
§ Piala Dunia 1950
Tuan
rumah: Brasil; Waktu: 24 Juni—19 Juli
1950; Peserta: 13 negara (Brasil, Swis, Yugoslavia, Meksiko, Spanyol, Inggris, Chile,
Amerika Serikat, Swedia, Italia,
Paraguay, Uruguay, Bolivia); Juara: Uruguay; Runner-up: Brasil; Peraih Sepatu Emas: Ademir de Menezes (Brasil, 8 gol); Peraih Sepatu
Perak: Estanislao
Basora Brunet (Spanyol, 5 gol) dan Oscar
Omar Miguez (Uruguay, 5 gol)
§ Piala Dunia 1954
Tuan
rumah: Swis; Waktu: 16 Juni —4 Juli 1954; Peserta: 16 negara (Brasil, Yugoslavia, Prancis, Meksiko, Hongaria, Jerman Barat,
Turki, Korea Selatan, Uruguay,
Cekoslovakia, Austria, Skotlandia, Inggris, Swis, Italia,
Belgia); Juara: Jerman Barat;
Runner-up: Hongaria; Peraih Sepatu Emas: Sandor Kocsis (Hongaria, 11 gol); Peraih Sepatu
Perak: Erich Probst (Austria, 6 gol), Max Morlock
(Jerman Barat, 6 gol) dan Josef Hugi (Swis, 6 gol)
§ Piala Dunia 1958
Tuan rumah: Swedia; Waktu: 8 Juni—29 Juni
1958; Peserta: 16 negara (Jerman Barat, Irlandia Utara,
Cekoslovakia, Argentina, Prancis, Yugoslavia, Paraguay, Skotlandia, Swedia, Wales, Hongaria, Meksiko, Brasil, Inggris, Uni
Soviet, Austria); Juara: Brasil; Runner-up: Swedia; Peraih Sepatu Emas: Just Fontaine (Prancis, 13 gol); Peraih Sepatu
Perak: Pele (Brasil, 6 gol) dan Helmut Rahn
(Jerman Barat, 6 gol); Peraih Sepatu Perunggu: Vava (Brasil, 5 gol) dan Peter McParland (Swis, 5 gol)
§ Piala Dunia 1962
Tuan
rumah: Chile; Waktu: 30 Mei —17 Juni1962; Peserta: 16 negara (Uni Soviet, Yugoslavia, Uruguay, Kolombia, Jerman Barat, Chile,
Italia,
Swis, Brasil, Cekoslovakia, Meksiko, Spanyol, Hongaria, Inggris,
Argentina, Bulgaria); Juara: Brasil; Runner-up: Cekoslovakia; Pencetak gol
terbanyak: Garrincha (Brasil, 4 gol), Vava (Brasil, 4 gol), Leonel Sanchez (Chile, 4 gol), Drazan Jerkovic (Yugoslavia, 4 gol), Florian Albert (Hongaria, 4 gol), Valentin Ivanov (Uni Soviet, 4 gol)
§ Piala Dunia 1966
Tuan
rumah: Inggris; Waktu: 11 Juli —30 Juli 1966; Peserta: 16 negara (Inggris, Prancis, Uruguay, Meksiko,
Jerman Barat, Argentina, Spanyol, Swis, Brasil, Portugal, Hongaria, Bulgaria, Uni Soviet, Chile,
Italia, Korea Utara); Juara: Inggris; Runner-up: Jerman Barat; Peraih Sepatu Emas: (1) Eusebio (Portugal, 9 gol), (2) Helmut Haller (Jerman Barat, 6 gol), dan (3) Franz Beckenbauer (Jerman Barat, 4 gol)
§ Piala Dunia 1970
Tuan
rumah: Meksiko; Waktu: 31 Mei —21 Juni 1970; Peserta: 16 negara (Meksiko, Uni Soviet, Belgia, El Salvador, Italia,
Uruguay, Swedia, Israel, Brasil,
Inggris, Rumania, Cekoslovakia, Jerman Barat, Peru, Bulgaria, Maroko); Juara: Brasil; Runner-up: Italia; Peraih Sepatu Emas: Gerd Mueller (Jerman Barat, 10 gol); Peraih Sepatu
Perak: Jairzinho (Brasil, 7 gol); Peraih Sepatu Perunggu: Teofilo Cubilas (Peru, 5 gol)
§ Piala Dunia 1974
Tuan
rumah: Jerman Barat; Waktu: 13 Juni —7 Juli 1974; Peserta: 16 negara (Jerman Barat, Jerman Timur, Chile, Australia, Brasil,
Skotlandia, Yugoslavia,
Zaire, Belanda, Swedia, Uruguay, Bulgaria, Italia,
Argentina, Polandia, Haiti); Juara: Jerman Barat; Runner-up: Belanda; Pencetak gol
terbanyak: Grzegorz Lato
(Polandia, 7 gol)
§ Piala Dunia 1978
Tuan
rumah: Argentina; Waktu: 1 Juni —25 Juni 1978; Peserta: 16 negara (Argentina, Italia, Prancis, Hongaria, Jerman Barat, Polandia, Meksiko, Tunisia, Brasil,
Spanyol, Austria, Swedia,
Peru, Belanda, Skotlandia, Iran); Juara: Argentina; Runner-up: Belanda; Pencetak gol
terbanyak: Mario Kempes (Argentina, 6 gol)
§ Piala Dunia 1982
Tuan
rumah: Spanyol; Waktu: 13 Juni —11 Juli 1982; Peserta: 24 negara (Polandia, Italia, Peru,
Kamerun, Jerman Barat, Austria, Aljazair, Chile, Argentina, Belgia, Hongaria, El Salvador, Inggris, Prancis,
Cekoslovakia, Kuwait, Spanyol, Irlandia Utara, Yugoslavia,
Honduras, Brasil,
Uni Soviet, Skotlandia, Selandia Baru); Juara: Italia; Runner-up: Jerman Barat; Peraih Bola Emas: (1) Paolo
Rossi, (2) Falcao, dan (3) Karl-Heinz Rummeniegge; Peraih Sepatu Emas: (1) Paolo Rossi (Italia, 6 gol), (2) Karl-Heinz Rummeniegge (Jerman Barat, 5 gol), dan
Zico (Brasil, 4
gol); Fair Play Award: Brasil
§ Piala Dunia 1986
Tuan
rumah: Meksiko; Waktu: 31 Mei —29 Juni 1986; Peserta: 24 negara (Argentina, Italia, Bulgaria,
Korea Selatan, Meksiko, Belgia, Paraguay, Irak, Prancis, Kanada, Uni Soviet,
Hongaria, Brasil, Spanyol, Aljazair, Irlandia Utara, Jerman Barat, Uruguay, Skotlandia, Denmark, Polandia, Inggris, Maroko, Portugal); Juara: Argentina; Runner-up: Jerman Barat; Peraih Bola Emas: Diego
Maradona (Argentina); Peraih Bola Perak: Harald Schumacher (Jerman Barat); Peraih Bola Perunggu: Preben Elkjaer Larsen (Denmark); Peraih Sepatu Emas: Gary Lineker (Inggris, 6
gol); Peraih Sepatu Perak: Diego Maradona (Argentina, 5
gol), Careca (Brasil, 5 gol), Emilio Butragueno
(Spanyol, 5 gol); Peraih Sepatu Perunggu: Jorge Valdano
(Argentina, 4 gol), Preben Elkjaer Larsen (Denmark, 4 gol), Alessandro Altobelli (Italia, 4 gol), Igor Belanov (Uni
Soviet, 4 gol); Penjaga Gawang Terbaik: Harald Schumacher (Jerman Barat); Pemain Muda Terbaik: Enzo Scifo (Belgia); Fair Play Award: Brasil
§ Piala Dunia 1990
Tuan
rumah: Italia; Waktu: 8 Juni —8 Juli 1990; Peserta: 24 negara (Italia,
Amerika Serikat, Austria, Cekoslovakia, Argentina, Uni Soviet, Rumania,
Kamerun, Brasil, Kosta Rika, Swedia, Skotlandia, Jerman, Yugoslavia,
Kolombia, Uni Emirat Arab, Spanyol, Uruguay, Belgia,
Korea Selatan, Inggris, Belanda, Republik Irlandia, Mesir); Juara: Jerman; Runner-up: Argentina; Peraih Bola Emas: Salvatore
Schillaci (Italia); Peraih Sepatu Emas: Salvatore Schillaci (Italia, 6 gol); Fair
Play Award: Inggris
§ Piala Dunia 1994
Tuan
rumah: Amerika
Serikat; Waktu: 17 Juni —17 Juli 1994; Peserta: 24 negara (Rumania, Amerika
Serikat, Swis, Kolombia, Kamerun, Brasil, Swedia, Rusia, Jerman, Spanyol, Bolivia, Korea Selatan, Argentina, Bulgaria, Yunani, Nigeria, Meksiko, Republik Irlandia, Italia, Norwegia,
Belanda, Arab Saudi, Belgia, Maroko); Juara: Brasil; Runner-up: Italia; Peraih Bola Emas: Romario Faria (Brasil); Peraih Bola Perak: Roberto Baggio (Italia); Peraih Bola Perunggu: Hristo Stoichkov (Bulgaria); Peraih
Sepatu Emas: Hristo Stoichkov (Bulgaria, 6 gol) dan Oleg Salenko (Rusia, 6 gol); Peraih Bola Perak: Romario Faria (Brasil, 5 gol); Roberto Baggio (Italia,
5 gol), Juergen Klinsmann (Jerman, 5 gol), dan Kennet Andersson (Swedia, 5 gol); Peraih Bola Perunggu: Gabriel Batistuta (Argentina, 4 gol), Florin Raducioiu (Rumania, 4 gol), dan Martin Dahlin (Swedia, 4 gol); Penjaga Gawang Terbaik: Michel Preud'homme
(Belgia); Pemain Muda Terbaik: Marc Overmars (Belanda); Tim Paling Menghibur: Brasil; Fair Play Award: Brasil
§ Piala Dunia 1998
Tuan
rumah: Prancis; Waktu: 10 Juni—12 Juli 1998; Peserta: 32 negara (Brasil, Norwegia, Maroko,
Skotlandia, Italia, Chile, Austria, Kamerun, Prancis,
Denmark, Afrika Selatan, Arab Saudi, Spanyol, Nigeria, Paraguay, Bulgaria, Belanda, Belgia, Meksiko, Korea Selatan, Jerman, Amerika
Serikat, Yugoslavia, Iran, Rumania, Inggris,
Kolombia, Tunisia, Argentina, Kroasia,
Jamaika, Jepang); Juara: Prancis; Runner-up: Brasil; Peraih Bola Emas: Ronaldo (Brasil); Peraih Bola Perak: Davor Suker (Kroasia); Peraih Bola Perunggu: Lilian Thuram (Prancis); Peraih Sepatu Emas: Davor Suker (Kroasia, 6 gol); Peraih Bola Perak: Gabriel Batistuta (Argentina, 5 gol) dan Christian Vieri (Italia, 5 gol); Peraih Bola Perunggu: Ronaldo (Brasil, 4 gol), Marcelo Salas (Chile, 4 gol), dan Luis Hernandez (Meksiko, 4 gol); Penjaga Gawang Terbaik: Fabien Barthez (Prancis); Pemain Muda Terbaik: Michael Owen (Inggris); Tim Paling Menghibur: Prancis; Fair Play Award: Inggris dan Prancis
§ Piala Dunia 2002
Tuan
rumah: Jepang dan
Korea Selatan; Waktu: 31 Mei —30 Juni 2002; Peserta: 32 negara (Denmark, Senegal, Prancis, Uruguay, Spanyol, Paraguay, Afrika Selatan, Slovenia, Brasil, Turki,
Kosta Rika, Tiongkok, Korea Selatan, Amerika Serikat, Portugal,
Polandia, Jerman, Republik Irlandia, Kamerun, Arab
Saudi, Argentina, Inggris, Swedia, Nigeria, Meksiko,
Italia, Ekuador, Kroasia, Jepang, Rusia, Belgia, Tunisia); Juara: Brasil; Runner-up: Jerman; Peraih Bola Emas: Oliver Kahn (Jerman); Peraih Sepatu Emas: Ronaldo (Brasil, 8 gol); Penjaga Gawang Terbaik: Oliver Kahn (Jerman); Tim Paling Menghibur: Korea Selatan; Fair Play Award: Belgia
§ Piala Dunia 2006
Tuan
rumah: Jerman; Waktu: 9 Juni —9 Juli 2006; Peserta: 32 negara (Jerman, Ekuador, Polandia, Kosta Rika, Inggris,
Swedia, Paraguay, Trinidad dan Tobago, Argentina,
Belanda, Pantai Gading, Serbia dan Montenegro, Portugal, Meksiko, Angola, Iran, Italia, Ghana, Ceko, Amerika
Serikat, Brasil, Kroasia, Australia, Jepang, Swis, Prancis, Korea Selatan, Togo, Spanyol,
Ukraina, Tunisia, Arab Saudi); Juara: Italia; Runner-up: Prancis; Peraih Bola Emas: Zinedine Zidane
(Prancis); Peraih Bola Perak: Fabio Cannavaro (Italia); Peraih Bola Perunggu: Andrea Pirlo (Prancis); Peraih Sepatu Emas: Miroslav Klose (Jerman, 5 gol); Peraih Sepatu Perak: Hernan
Crespo (Argentina, 3 gol); Peraih Sepatu Perunggu: Ronaldo (Brasil, 3 gol); Penjaga Gawang Terbaik: Gianluigi Buffon (Italia); Pemain Muda Terbaik: Lukas Podolski (Jerman); Tim Paling Menghibur: Portugal;
Fair Play Award: Brasil dan Spanyol
§ Piala Dunia 2010
Tuan
rumah: Afrika
Selatan; Waktu: 11 Juni —11 Juli 2010; Peserta: 32 negara (Uruguay, Meksiko, Afrika Selatan, Prancis, Argentina, Korea Selatan, Yunani, Nigeria, Amerika
Serikat, Inggris, Slovenia, Aljazair, Jerman,
Ghana, Australia, Serbia, Belanda, Jepang, Denmark, Kamerun, Paraguay, Italia, Slovakia, Selandia Baru, Brasil, Portugal, Korea Utara, Pantai Gading, Spanyol, Chile, Swis, Honduras); Juara: Spanyol; Runner-up: Belanda; Peraih Bola Emas: Diego Forlan (Uruguay); Peraih Sepatu Emas: Thomas Muller (Jerman, 5 gol); Peraih Sarung Tangan Emas: Iker Casillas (Spanyol); Pemain Muda Terbaik: Thomas Muller (Jerman); Fair Play Award: Spanyol
§ Piala Dunia 2014
Tuan
rumah: Brasil; Waktu: 12 Juni —13 Juli
2014; Peserta: 32 negara (Brasil, Meksiko, Kroasia, Kamerun, Belanda, Spanyol,
Chile, Australia, Kolombia, Yunani,
Jepang, Pantai Gading, Kosta Rika, Uruguay, Inggris,
Italia, Prancis, Swis, Ekuador, Honduras, Argentina, Bosnia-Herzegovina,
Iran, Nigeria, Jerman, Amerika Serikat, Ghana, Portugal, Belgia, Aljazair,
Rusia, Korea Selatan); Juara: Jerman; Runner-up: Argentina; Peraih Bola Emas: Lionel Messi (Argentina); Peraih Sarung Tangan Emas: Manuel Nauer (Jerman); Pencetak Gol Terbanyak: James
Rodriguez (Kolombia, 6 gol), Thomas Muller (Jerman, 5 gol), Lionel Messi (Argentina, 4 gol), Neymar (Brasil, 4 gol), Robin van Persie (Belanda, 4 gol)
§ Piala Dunia 2018
Tuan
rumah: Rusia; Waktu: 14 Juni —15 Juli
2014; Peserta: 32 negara (Rusia, Uruguay, Arab Saudi, Mesir, Spanyol, Portugal, Maroko, Iran, Prancis, Denmark, Australia, Peru, Argentina, Kroasia, Islandia, Nigeria, Brasil, Swis, Kosta Rika, Serbia,
Jerman, Meksiko, Swedia, Korea Selatan, Belgia, Inggris, Tunisia, Panama, Polandia Senegal, Kolombia, Jepang, ); Juara: Prancis; Runner-up: Kroasia; Peraih Bola Emas: Luka Modrik (Kroasia); Peraih Sarung Tangan Emas: Thibaut Courtois (Belgia); Pemain Muda Terbaik: Kylian Mbappe (Prancis); Pencetak Gol Terbanyak: Harry Kane (Inggris, 6 gol), Romelu
Lukaku (Belgia, 4 gol), Cristiano Ronaldo (Portugal, 4
gol), Antoine Griezmann (Prancis, 4 gol), Kylian Mbappé (Prancis, 4 gol), Denis Cherys (Rusia, 4 gol)

